Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Sep 24, 2012

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2012 di Jogjakarta

       Bulan Keshatan gigi Nasional merupakan agenda rutin PDGI (Persatuan Doter Gigi Indonesia), AFDOKGI ( Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indoensia), dan Unileer (Pepsodent). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut untuk mencegah penyakit kronis akibat gigi berlubang.

       Kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2012 juga didukung oleh

Apr 3, 2012

Bukan Sembarang Mulut Kering

      Xerostomia atau mulut terasa kering bukanlah merupakan suatu penyakit, tetapi bisa menjadi suatu gejala pasti dari suatu penyakit. Ini dapat memberikan efek negatif yang serius pada kualitas hidup pasien, mempengaruhi kebiasaan makan, status gizi, berbicara, pengecapan, ketidaknyamanan pada penggunaan gigi tiruan, dan meningkatnya kemungkinan terserang karies atau gigi berlubang. Peningkatan karies dapat terjadi pada banyak pasien, oleh karena itu perawatan khusus harus diberikan pada pasien dengan kondisi xerostomia.

salah satu gejala dari xerostomia

Penyebab xerostomia adalah sebagai berikut:

Jangan Biasakan Anak Mengedot Susu Saat Tidur (5)

Guys.. udah capek bacanya?? dicicil aja deh bacanya...part 1,2,3,4, baru deh baca yang ke-5....

di artikel bagian yang terakhir ini, saya akan lebih menjelaskan tentang pencegahan dan perawatan karies botol... naah, buat ibu-ibu ataupun yang punya adek kecil, artikel yang satu ini wajib dibaca!!!


Pencegahan
 
         Pencegahan terhadap karies ini harus dilakukan secepatnya, ketika gigi desidui anak telah erupsi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahterjadinya karies ini adalah tersebut di bawah ini, antara lain:
1. setelah diberi makan, bersihkan gusi anak dengan kain/ lap bersih. Kemudian bersihkan/ sikat gigi anak, jika giginya sudah erupsi. Bersihkan dan pijat gusi pada area yang ompong dan mulai flossing semua gigi anak yang telah erupsi, biasanya pada usia 2- 2,5 tahun.
2. jangan pernah membiarkan anak tertidur sambil minum melalui botol yang berisi susu,

Jangan Biasakan Anak Mengedot Susu Saat Tidur (4)

Masih penasaran habis baca bottle caries part 1,2,dam 3?? ini dia lanjutannya... silakan disimak!!      
 
proses tahapan terjadinya karies pada gigi anak

        Nursing Bottle Caries/ Nursing bottle syndrome adalah suatu keadaan yang terdapat pada anak-anak berusia sangat muda (12 - 36 bulan),yakni anak yang mempunyai kebiasaan mengedot botol berisi susu atau cairan lain yang mengandung karbohidrat, semenjak berbaring sampai tertidur. Nursing Bottle Caries juga terjadi pada anak-anak yang hanya menyusu pada ibunya. Padahal karies gigi semacam itu , lebih-lebih yang tidak dirawat; pada gilirannya akan sangat merugikan kesehatan anak secara umum. Karies gigi jenis ini, yang keadaannya mirip Rampant Caries, mempunyai pola yang khas. Proses terbentuknya pola tersebut erat hubungannya dengan kebiasaan pemberian makanan, yaitu diperbolehkannya anak untuk mengedot botol sampai tertidur. 
         Menurut Para ahli,

Jangan Biasakan Anak Mengedot Susu Saat Tidur (3)

artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya Bottle Caries part 1 dan Bottle Caries Part 2       

Di artikel kali ini, saya akan lebih menjelaskan tentang karies botol dan bahayanya bagi pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi pada anak... silakan disimak!!

        Keberadaan gigi desidui (gigi susu) pada anak sangatlah penting, sehingga membutuhkan gigi yang sehat dan kuat untuk fungsi mengunyah makanan, berbicara dan terlihat bagus saat tersenyum (fungsi estetik). Yang paling penting adalah, untuk proses tumbuh kembang dan erupsi gigi permanennya, yakni berfungsi untuk menjaga ruang pada rahang untuk erupsi gigi permanennya. Jika anak kehilangan gigi desiduinya terlalu dini, maka kehilangan gigi tersebut akan berpengaruh pada didi sebelahnya, dimana gigi sebelahnya akan bergerak ke ruang kosong yang ditinggalkan oleh gigi yang hilang tersebut, kemudian ketika gigi permanent erupsi, mungkin tidak ada ruang untuk gigi permanen tersebut , sehingga pada giginya akan terjadi crooked (bengkok) atau crowded (berjejal).
        Anak yang gigi desiduinya telah erupsi dapat terserang karies, ini berarti bahwa

Apr 2, 2012

Jangan Biasakan Anak Mengedot Susu Saat Tidur (2)

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya Bottle Caries part 1

di artikel ini saya akan menjelaskan tentang istilah-istilah yang saya sebutkan di artikel sebelumnya dan faktor-faktor penyebab terjadinya gigi berlubang

Definisi
        Karies gigi merupakan suatu penyakit yang menyerang jaringan keras gigi; diawali dengan terjadinya demineralisasi komponen anorganik gigi dan diikuti dengan hancurnya matriks organik gigi. Demineralisasi yang terjadi disebabkan karena adanya asam hasil metabolisme karbohidrat oleh mikrooorganisme yang terdapat di dalam rongga mulut (wardani, 2007)
        Early Childhood Caries (ECC) merupakan keadaan terdapatnya satu atau lebih gigi yang mengalami karies (baik berlubang atau belum berlubang), gigi hilang (karena karies) atau tumpatan pada permukaan gigi desidui yang terjadi pada anak usia kurang atau sama dengan 71 bulan, (ADA, 2000)
        Baby Bottle Tooth Decay (BBTD) merupakan suatu keadaan

Jangan Biasakan Anak Mengedot Susu Saat Tidur (1)

Guys... aku mau berbagi makalah tugas kuliah beberapa tahun yang lalu..
artikel ini penting buat ibu-ibu yang sedang menyusui ataupun yang biasa memberikan dot berisi susu pada anaknya saat tidur.. Buat kamu yang punya adik kecil juga penting!!

lucu ya liat anak ngedot saat tidur...tapi hati-hati akibatnya!!!

      Karies gigi atau gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering kita jumpai di masyarakat saat ini, penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, baik balita, anak- anak, remaja, maupun orang dewasa. Karies gigi merupakan suatu penyakit yang terjadi pada jaringan keras gigi (email dan dentin) dan diawali dengan demineraliasasi komponen anorganik gigi dan kemudian diikuti dengan hancurnya matriks organik gigi.
      Karies merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh

Gigi Impaksi Menyebabkan nyeri berat pada gigi paling belakang (3)

artikel ini merupaka lanjutan dari impaksi part 1
dan impaksi part 2

Macam-macam posisi impaksi gigi bungsu


Beberapa komplikasi pencabutan gigi impaksi yang sering dijumpai:

1. Nyeri dan Bengkak. Ketidak nyamanan, bengkak dan rasa nyeri merupakan suatu konsekuensi tindakan pencabutan gigi impaksi, yang harus diminimalkan. Umumnya tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan kompres es dan pemberian preparat steroid yang mempunyai efek anti inflamasi kuat seperti betametason dan eksametason pra bedah. Tindakan lain adalah dengan melakukan irigasi cairan fisiologis yang adekuat selama operasi dan menggunakan anestesi lokal long acting seperti bupivacain.

2. Kerusakan saraf. Kerusakan saraf sangat mungkin terjadi pada tindakan operasi gigi molar tiga impaksi dengan frekuensi berkisar 0,5-5%. Pada umumnya kerusakan saraf akan mengalami

Gigi Impaksi Menyebabkan nyeri berat pada gigi paling belakang (2)

 Guys.. ini dia lanjutan artikel yang pertama tentang impaksi part 1

Gigi yang ataupun gigi sebelahnya rentan karies (berlubang)

Gigi molar ketiga yang mengalami impaksi sering menimbulkan komplikasi yaitu:

☑ Perikoronitis merupakan suatu kondisi yang umum dijumpai pada molar tiga yang impaksi dan cenderung muncul berulang, bila molar ketiga belum erupsi sempurna. Akibatnya, dapat terjadi kerusakan tulang di antara gigi molar ketiga dan molar depannya (molar kedua).

☑ Tekanan mahkota gigi molar ketiga yang erupsi pada permukaan akar molar depannya dapat menyebabkan resorpsi patologis. Misalnya, hilangnya lapisan semen gigi bahkan bisa menimbulkan kematian gigi molar kedua.

☑ Gigi molar ketiga yang impaksi juga dapat melemahkan bagian belakang rahang bawah. Bila terjadi trauma pada bagian wajah, maka pada sisi itu sering terjadi fraktur (retak) tulang rahang.

☑ Rasa sakit idiopatik merupakan rasa sakit gigi pada molar ketiga yang tidak jelas atau rasa sakit yang menyebar ke bagian leher dan kepala. Kadang-kadang pasien mengeluh

Gigi Impaksi Menyebabkan nyeri berat pada gigi paling belakang (1)

gigi paling belakang yang tidak erupsi sempurna disebut impaksi

       Impaksi gigi molar (geraham) adalah gigi molar ketiga yang gagal untuk erupsi (tumbuh) secara sempurna pada posisinya. Gigi terhalang oleh gigi depannya (molar dua) atau jaringan tulang/jaringan lunak yang padat di sekitarnya. Kemungkinannya, gigi bisa muncul sebagian atau tidak bisa erupsi sama sekali. Kalaupun muncul, erupsinya salah arah atau posisinya tidak normal. Gigi demikian bisa digolongkan sebagai gigi yang gagal bererupsi pada posisi normal.

       Posisi impaksi gigi molar bisa macam-macam. Ada yang miring ke depan, vertikal dan muncul sebagian, serta terpendam horisontal atau vertikal. Semua itu tergantung letak dan posisi gigi molar tiga terhadap rahang dan geraham kedua (molar kedua), atau kedalamannya menancap di dalam tulang rahang.
       Ada sejumlah faktor yang menyebabkan gigi mengalami impaksi